KompetensiDasar 3.2 Menerapkan cara perawatan sistem pelumasan (engine konvensional dan Efi VVTi) 4.2 Merawat berkala sistem pelumasan (engine konvensional dan Efi VVTi) indikator 3.2.1 Menjelaskan fungsi perawatan sistem pelumasan 3.2.2 Menentukan cara perawatan sistem pelumasan (engine konvensional dan Efi VVTi) 4.2.1 Melakukan perawatan
KOMPETENSIDASAR: 3.1: Menerapkan cara perawatan sistem utama Engine dan mekanisme katup: 4.1: Merawat berkala sistem utama Engine dan mekanisme katup: 3.2: (Electronic Fuel Injection/EFI) 3.17: Mendiagnosis kerusakan Engine Management System (EMS) 4.17: Memperbaiki Engine Management System (EMS)
Fungsinyauntuk menggantikan peran platina, biasanya dikenal dengan sistem pengapian elektronik. Sistem pengapian transistor memanfaatkan komponen transistor sebagai saklar elektronik untuk pemutus arus premier dan mengasilkan induksi eletromagnetik. Sistem pengaian pada mobil ini di perkenalkan pada tahun 1955 oleh Lucas, saat itu mdel
3 SUSUSNAN DASAR SISTEM EFI System EFI bisa dibagi jadi 3 system fungsional yakni : system bahan bakar (fuel sistem), system induksi angin (air induction sistem), serta system pengontrol elektronik (electronic control sistem). System EFI terbagi dalam system injeksi bahan bakar (fuel injection sistem) serta system koreksi injekdi (injection
3 Gambar diberi identitas yang meliputi: nama dan kelas 4. Gambar yang sudah jadi kemudian difoto, kemudian file nya silahkan diupload di googleclass aliran bahan bakar efi Terimakasih sudah membaca Buku 1 tentang "Komponen-Komponen Sistem EFI" Untuk materi berikutnya silahkan pelajari Buku 2 tentang "Susunan Dasar Sistem EFI"
Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. EFI merupakan singkatan dari Electronic Fuel Injection yaitu penyemprotan atau penginjeksian bahan bakar sudah dilakukan atau dikontrol secara elektronik. Pengontrolan secara elektronik ini lebih baik dibandingkan dengan penyemprotan bahan bakar yang masih konvensional masih karburator. Kelebihan dari sistem EFI dibandingkan dengan sistem konvensional degan memakai karburator antara lain Nilai campuran bahan bakar dan udara sesuai dengan kebutuhan mesin. Campuran antara bahan bakar dan udara akan lebih homogen. Pembakaran yang dihasilkan lebih baik. Tenaga yang dihasilkan oleh mesin lebih optimal. Emisi gas buang yang dihasilkan lebih rendah. Pada sistem EFI terdapat 3 sistem utama yaitu sistem bahan bakar fuel system, sistem induksi udara air induction system dan sistem kontrol elektronik electronic control system. Sistem bahan bakar Sistem bahan bakar pada sistem EFI berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki menuju ke ruang bakar mesin. Sistem bahan bakar EFI terdiri dari beberapa komponen, yaitu Tangki bahan bakar yang berfungsi untuk menyimpan bahan bakar dalam jumlah tertentu di dalam kendaraan Saringan bahan bakar berfungsi untuk menyaring bahan bakar dari kotoran-kotoran. Pompa bahan bakar berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki bahan bakar menuju ke injektor. Selang/ pipa penyalur bahan bakar berfungsi sebagai media penyalur yang dilewati oleh bahan bakar. Pipa pembagi delivery pipe berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar ke masing-masing injektor pada mesin. Pressure regulator berfungsi untuk menjaga tekanan bakan bakar agar tetap stabil pada pipa pembagi. Pultation damper berfungsi untuk mencegah terjadinya getaran atau fluktuasi tekanan dari bahan bakar. Pipa pengembali berfungsi untuk menyalurkan kelebihan tekanan bahan bakar dan nantinya akan dikembalikan ke dalam tangki bahan bakar. Injektor berfungsi untuk menginjeksikan bahan bakar di ruang bakar pada tipe GDI atau pada intake manifold pada tipe MPI. Sistem induksi udara Sistem induksi udara pada sistem EFI berfungsi untuk menyediakan udara yang diperlukan saat proses pembakaran. Sistem induksi udara pada sistem EFI terdiri dari beberapa komponen, antara lain Throttle body terdiri dari katup throttle yang berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold. Dan pada throttle body ini terdapat saluran ISC yang berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk ketika posisi katup throttle tertutup pada posisi idle. Air flow meter pada tipe L-EFI berfungsi untuk mengukur berapa banyak udara yang masuk ke dalam intake manifold. Air intake chamber berfungsi untuk meredam fluktuasi udara yang masuk. Intake manifold berfungsi sebagai saluran masuk udara menuju ke dalam ruang bakar. Sistem kontrol elektronik Pada sistem kontrol elektronik terdiri dari beberapa komponen antara lain sensor-sensor, ecu dan aktuator. Sensor-sensor pada sistem kontrol elektronik EFI berfungsi untuk menyensor atau mendeteksi atau mengukur kinerja dari mesin yang nantinya akan digunakan sebagai data inputan. Sensor-sensor EFI sendiri terdiri dari beberapa macam sensor antara lain sensor WTS, sensor IATS, sensor MAP, Air flow meter, sensor knock, sensor CKP, sensor CMP dan lain-lain. Ecu pada sistem EFI berfungsi sebagai otak atau pengontrol dari aktuator-aktuator. ECU akan mengontrol kinerja dari aktuator-aktuator berdasarkan data yang masuk dari sensor-sensor. Sedangkan aktuator sendiri adalah sebagai pelaksana atau komponen yang bekerja dan dikontrol oleh ECU. Contoh aktuator pada mesin EFI adalah injektor, ISC, ESA dan lain-lain.
3 Susunan Dasar Sistem EFI - Sistem EFI dapat dibagi menjadi 3 sistem fungsional yaitu sistem bahan bakar fuel system, Sistem udara air induction system dan sistem pengontrol elektronik electronic control system. Sistem EFI terdiri dari sistem injeksi bahan bakar fuel injection system dan sistem koreksi injeksi injection corrective system. Di bawah ini diperlihatkan susunan dasar fuel injection dan injection corrective unit. SISTEM BAHAN BAKAR Bahan bakar dihisap dari tangki oleh pompa bahan bakar yang dikirim dengan tekanan ke saringan. Bahan bakar yang telah disaring dikirim ke injector dan cold start injector. Tekanan dalam saluran bahan bakar fuel line dikontrol oleh pressure regulator. Kelebihan bahan bakar dialirkan kembali ke tangki melalui return line. Getaran pada bahan bakar yang disebabkan oleh adanya penginjeksian diredam oleh pulsation damper. Bahan bakar diinjeksikan oleh injector kedalam intake manifold sesuai dengan injection signal dari EFI computer. Cold start injector menginjeksikan bahan bakar langsung ke air intake chamber saat cuaca dingin sehingga mesin dapat dihidupkan dengan mudah. SISTEM INDUKSI UDARA AIR INDUCTION SYSTEM Udara bersih dari saringan udara air cleaner masuk ke airlow meter dengan membuka measuring plate, besarnya pembukaan ini tergantung pada kecepatan aliran udara yang masuk ke intake chamber. Besarnya udara yang masuk ke intake chamber ditentukan oleh lebamya katup throttle terbuka. Aliran udara masuk ke intake manifold kemudian ke ruang bakar combustion chamber. Bila mesin dalam keadaan dingin, air valve mengalirkan udara langsung ke intake chamber dengan membypass throttle. Air valve mengirimkan udara secukupnya ke intake chamber untuk menambah putaran sampai fast idle, tanpa mempehatikan apakah throttle dalam keadaan membuka atau tertutup. Jumlah udara yang masuk dideteksi oleh airfilow meter L-EFI atau dengan menifold pressure sensor D-EFI. SISTEM PENGONTROL ELEKTRONIK ELECTRONIC CONTROL SYSTEM Sistem pengontrol elektronik Electronic Control System termasuk sensor-sensor untuk mendeteksi kondisi kerja mesin dan komputer yang menentukan ketepatan jumlah penginjeksian bahan bakar sesuai dengan signal yang diterima dari sensor-sensor. Sensor-sensor ini mengukur jumlah udara yang dihisap, beban mesin, temperatur air pendingin, tem peratur udara, saat akselerasi atau deselerasi, kemudian mengirim signal ke komputer. Komputer menghitung dengan tepat jumlah penginjeksian bahan bakar atas dasar signal tadi, dan mengirimkan signal penginjeksian yang diperlukan ke injektor-injektor. Electronic injector System pada beberapa mesin dilengkapi dengan sebuah tahanan resistor dalam injection circuitnya untuk mencegah terjadinya panas dan menstabilkan kerjanya injector. Cold start injector bekerja ketika mesin di start pada saat dingin dan lamanya dikontrol oleh timer switc Pada sirkuit komputer pada sistem EFI dilengkapi dengan main relay untuk mencegah turunnya tegangan. Sirkuit pompa bahan bakar pada sistem EFI juga dilengkapi dengan relay. Relay ini akan bekerja ketika mesin berputar dan mematikan pompa pada saat mesin mati. Dibawah ini diperlihatkan diagram electronic control system pada pengontrol mesin EFI. Sumber New Step 1/Toyota
– Mobil dengan mesin pembakaran internal dituntut oleh masyarakat enviromentalis’ untuk dapat lebih efisien dalam menggunakan bahan bakar dan tidak menimbulkan emisi yang mengandung kimia berbahaya. Ini menjadi menarik karena saat ini aktivis muda seperti Greta Thunberg sedang sangat populer untuk menyuarakan iklim global. Terlepas dari itu, memang benar bahwa jika sebuah mobil berasap hitam tebal atau berasap putih adalah kendaraan yang sakit’. Teknologi lagi-lagi dituntut untuk berkembang. Salah satu yang menjadi sorotan tentu saja sistem bahan bakar. Dan keberhasilan sistem EFI menjadi bukti bahwa teknologi mampu menjawab tantangan tersebut. Kali ini kita akan membahas jenis sistem EFI berdasarkan teknologi kontrol yang dimilikinya. Yuk simak terus!!! Update Artikel 21 Desember 2022 – 1059 WIB Sistem EFI seperti diketahui adalah hasil pengembangan teknologi otomotif dari sistem bahan bakar yang menggunakan sistem karburator. Sejauh ini dikenal melalui tiga jenis berdasarkan kontrolnya yakni D-EFI, K-EFI, dan L-EFI. Salah satu mesin EFI milik Toyota. Sumber Pinterest Berikut ini adalah jenis sistem EFI berdasarkan teknologi kontrol yang dipakai. Sistem EFI Jenis D-EFI Berdasarkan kontrol yang dimiliki oleh sistem EFI, jenis pertama adalah jenis D-EFI. Gambar berikut menunjukkan skema yang menjelaskan secara garis besar sistem D-EFI. Perhatikan secara seksama gambar tersebut. Sistem EFI jenis D-EFI. Jenis D-EFI sering juga dikenal dengan istilah D-Jetronik. Sistem ini pengontrolan injeksinya dilakukan ecara elektronik. Bagi yang penasaran, apa yang diwakili oleh huru “D”? Huruf tersebut mewakili kata Druck, yang berasal dari bahasa Jerman yang berarti “tekanan”. Dalam menunjang kerja sistem D-EFI digunakan sebuah sensor utama yakni sensor MAP atau manifold absolute pressure sensor. Sensor ini bertugas mendeteksi jumlah udara yang akan masuk ke saluran masuk intake manifold EFI berdasarkan kevakuman yang terjadi di dalamnya. Sensor akan memberikan informasi berupa sinyal digital ke ECU. Olahan data digital dari ECU akan digunakan untuk memerintahkan aktuator sistem EFI yakni mengontrol berapa lama penginjeksian bahan bakar oleh injektor ke dalam ruang bakar. Sistem EFI Jenis K-EFI Yang kedua berdasarkan kontrol yang digunakan adalah jenis K-EFI. Perhatikan gambar berikut dengan seksama. Gambar berikut menunjukkan gambaran sederhana jenis K-EFI mulai dari tangki bahan bakar hingga injektor yang menyemprotkan bahan bakar ke ruang pembakaran. Sistem EFI jenis K-EFI. Jenis K-EFI sering disebut juga dengan K-Jetronik. Menariknya jenis ini pengontrolan injeksinya masih dilakukan secara mekanik. Dengan kata lain, kontrol jenis K-EFI belum dilakukan secara elektronik. Pengontrolan injeksi bahan bakar didasarkan pada tekanan udara yang masuk ke dalam intake manifold. Alat pengukur tekanan udara mekanis disematkan pada saluran masuk udara. Meski demikian, pengukur udara tersebut mampu mengukur mampu mendeteksi banyaknya udara yang dihisap ke dalam mesin. Selain itu, pengukur udara juga bekerja secara kontinyu setiap saat selama mesin mobil hidup. Secara sederhana kerja dari jenis EFI ini cukup sederhana. Bahan bakar dari tangki bahan bakar akan dipompa oleh pompa bensin menuju distributor bahan bakar. Pada injektor tekanan bahan bakar berkisar antara dua hingga tiga bar. Tekanan ini akan sanggup membuka katup jarum yang ada di dalam injektor sehingga penginjeksian dapat terjadi pada silinder. Sistem EFI Jenis L-EFI Jenis yang terakhir berdasarkan pengontrolannya adalah jenis L-EFI. Seperti ditunjukkan pada gambar berikut gambaran sederhana dari jenis ini. Perhatikan gambar secara seksama. Sistem EFI jenis L-EFI. Seringkali juga orang menyebut jenis L-EFI ini dengan sebutan L-Jetronik. Sama seperti D-EFI, pengontrolan penginjeksian bahan bakar telah dilakukan secara elektronik. Jika Anda penasaran dengan kata yang diwakili oleh hurup “L”, saya beritahu bahwa “L” berarti “luft”. Sebuah kata dari bahasa Jerman yang berarti udara. Dalam melaksanakan kerjanya, tipe L-EFI menggunakan sensor utama yakni sensor MAF atau mass air flow sensor. Sensor ini bertugas mendeteksi jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold. Sinyal digital hasil bacaannya akan dikirimkan ke ECU. Olahan data kemudian akan digunakan untuk mengontrol aktuator sehingga lama waktu penginjeksian bahan bakar yang dilakukan oleh injektor dapat terkendali sesuai dengan kebutuhan mesin. Setelah mengetahui jenis sistem EFI, rasanya tidak sempurna jika kita tidak membahas juga tentang sistem EFI terkait dengan komponen dan kelebihannya. Pada bagian ini, saya akan mencoba membahas tentang komponen-komponen yang ada pada sistem EFI sebuah mesin mobil dan apa saja kelebihannya jika kita membandingkannya dengan sistem lamanya yakni karburator. Electronic fuel injection atau kita sering menyingkatnya dengan istilah “EFI” adalah sistem penyemprotan bahan bakar yang sebuah sistem piranti elektronik mengontrol proses kerjanya. Sistem dalam kendaraan yang berguna untuk memastikan kebutuhan bahan bakar ini memegang peran penting dalam mesin kendaraan dan berikut sedikit ulasan terkait EFI. Pengertian Sistem EFI EFI merupakan kepanjangan dari electronic fuel injection. Ini berupa sistem elektronik untuk penyemprotan bahan bakar. EFI sendiri berupa teknologi terbarukan yang penggunaannya sudah nyaris pada semua kendaraan-kendaraan keluaran terbaru saat ini. Pada mesin kendaraan lawas sistem electronic fuel injection efi adalah sistem karburator. Karena masalah efisiensi dan masalah isu dunia yang lain misalnya kelangkaan dan krisis energi, perusahaan otomotif dunia mulai meninggalkan sistem ini. Selain itu, tuntutan mekanisme mesin-mesin mobil saat ini menjadikan komponennya belum kompatibel dan harus berganti sistem. Secara spesifiknya, EFI merupakan sistem elektronik penghasil campuran bahan bakar dengan udara secara ideal. Ketika menggunakan EFI, mesin kendaraan akan lebih efektif karena memperoleh pembakaran sempurna dari campuran udara dan bahan bakar yang sesuai kebutuhan mesin. Hasil dari proses inilah kemudian kendaraan menggunakannya untuk kerja mesin dan menjadikan tenaga gerak kendaraan. Pada mulanya, EFI berkembang dengan nama yang berbeda-beda. Salah satunya misalnya dari Suzuki. Meski memiliki nama yang berbeda-beda tetapi secara prinsip semuanya sama dan merujuk pada sistem injeksi bahan bakar yang serupa juga. Komponen-Komponen Sistem EFI Di depan, saya telah menyinggung tentang alat untuk mengontrol semua sistem efi adalah elektronik sistem. Penggunaan piranti elektronik untuk mengontrol sistem EFI ini lebih efektif. Hal tersebut salah satunya karena sudah siapnya berbagai komponen untuk menunjang kerja sistem lebih maksimal kedepannya. Nah, membahas seputar sistem EFI yang memiliki komponen lengkap, berikut kita akan mengulas beberapa komponennya. 1. Tangki Bahan Bakar Komponen pertama adalah tangki yang memiliki fungsi utama sebagai penampung bahan bakar kendaraan. Meski sistem ini baru, sejatinya komponen bernama tangki bahan bakar ini pasti ada di sistem karburator atau sistem yang lain. Pun juga akan kita temui di kendaraan bensin maupun diesel. Bahan bakar di tangki ini nantinya akan menjadi sumber utama pelumas komponen sistem injeksi. Beberapa bagian yang sangat bergantung pada tangki bahan bakar bahan bakar adalah fuel pump dan injektor. Untuk tangkinya sendiri, pabrikan otomotif membuatnya dari material plastik tebal yang lebih ringan dari tangki keluaran lawas. Meski hanaya dari material plastik, kekuatannya bahkan melebihi kekuatan tangki sistem bahan bakar yang lama. 2. Fuel Filter Komponen sistem EFI berikutnya adalah fuel filter atau saringan bahan bakar. Saringan bahan bakar EFI berfungsi untuk penyaringan kotoran dari bahan bakar yang ada di dalam tangki bahan bakar. Melalui komponen fuel filter ini, kita dapat memastikan bahan bakar yang mengalir ke ruang pembakaran bersih dan siap untuk melalui proses pembakaran. Secara umum, pada sistem EFI ada dua macam fuel filter yaitu filter kasar dan filter halus. Filter kasar memiliki susunan material dari kawat rajut berpori besar untuk menyaring material besar. Sementara itu, filter halus, bahan penyusunya terbuat dari kain dengan pori rapat sehingga partikel kotoran lebih kecil akan terhenti. Melihat kedua jenisnya filter halus memiliki sistem kerja yang lebih efektif, tapi dalam kendaraan modern kini juga sudah ada jenis water sedimenter untuk memilah bahan bakar dan air. Jenis fuel filter terbaru ini berguna memaksimalkan fungsi pembakaran tanpa partikel tambahan lain. 3. Delivery Pipe Komponen electronic fuel injection efi adalah delivery pipe yang berada di pipa ujung saluran bahan bakar. Komponen satu ini berguna menampung bahan bakar dari fuel pump dan menjadi titik temu seluruh injektor. Hal inilah yang menjadi alasan komponen harus bermaterial keras. Tekanan bahan bakar di pipa pembagi delivery pipe sangat tinggi. Selain karena ini adalah pipa paling terakhir dari sistem saluran bahan bakar, tekanan tinggi juga membuat mesin lebih stabil. Hal tersebut karena kondisi siap pakai bahan bakar yang melalui injektor dapat kapan saja terjadi. Bahkan jika tekanan berkurang, mesin dapat menjadi pincang terutama pada putaran tinggi. 4. ECU atau Engine Control Unit Berikutnya, ada ECU kendaraan yang menjadikan EFI bekerja lebih sempurna. Fungsi ECU sendiri adalah pengolah data dari komponen sensor. Sensor yang terlibat pada sistem bahan bakar EFI cukup banyak, beberapa di antaranya adalah sensor CKP, sensor CMP, dan sensor ECT. ECU akan mengolah data yang berasal dari semua sensor yang terlibat dalam sistem ini. Setelah mendapatkan hasil olahan datanya, ECU akan memerintahkan aktuator dalam hal ini injektor. Berdasarkan perintah itulah injektor bekerja untuk memberikan atau menyemprotkan bahan bakar sedikit atau banyak ke dalam ruang bakar. Tetapi jangan sahabat teknisi mobil bayangkan tentang seberapa lama proses tersebut berlangsung ya! Proses pengolahan data di ECU itu sangat cepat, bahkan hitungan waktunya hanya perlu satu per sekian detik saja. Dengan proses yang sangat cepat tersebut mesin akan menjadi tetap bekerja dengan baik. Hubungan antara sensor dan aktuator menjadi hal yang paling utama dalam hal tersebut. Sialnya masalah ECU adalah yang paling rumit dari semua layanan perbaikan mobil, dan video berikut membahas ciri-ciri kerusakan ECU. 5. Return Feed Selanjutnya, return feed yang berbentuk selang sebagai jalur feedback bahan bakar ke tangki jika tekanan terlalu tinggi. Komponen inilah yang menjadikan bahan bakar lebih efektif tanpa terbuang. Dalam kondisi mesin mengalami deakselerasi, bahan bakar akan berlebih di injektor. Akibatnya tekanan di dalam pipa pembagi akan sangat tinggi. Jika tidak ada return feed bisa jadi bahan bakar akan merembas ke luar pipa atau bahkan dapat mengakibatkan pipa pembagi pecah. Selain bertujuan hemat bahan bakar, return feed juga membuat komponen-komponen sistem bahan bakar EFI menjadi tahan lama. 6. Pressure Regulator Ada juga komponen pressure regulator atau alat yang berguna mendeteksi tekanan fuel pump. Komponen ini menggunakan prinsip kerja otomatis agar tekanan dalam mesin kembali stabil. Komponen ini sangat berguna untuk mengetahui seberapa besar tekanan bahan bakar yang ada pada sistem bahan bakar EFI. 7. Fuel Feed Komponen sistem EFI berikutnya adalah fuel feed. Ini adalah sebuah selang yang mengalirkan bahan bakar dari tangki ke injektor dan disebut fuel feed. Material penyusun komponen ini adalah material mika kuat dengan kemampuan menahan tekanan bensin tepi rentan pecah. 8. Injector Komponen ini adalah salah satu yang paling penting dari sistem EFI. Injektor dapat mengeluarkan bahan bakar secara otomatis sesuai on-off kendaraan. Prinsip kerja injektor ini memanfaatkan nozzle yang membuka dan menutupnya berdasarkan sistem kemagnetan di dalam injektor. Akan tetapi, injektor tetap tidak bisa bekerja begitu saja pada sistem EFI. Ia bekerja berdasrkan perintah dari ECU dan oleh karena itu jika ECU rusak, injektor tidak mungkin dapat bekerja pada sistem ini. Terkait dengan masalah injektor, sabahat teknisi mobil dapat melihat video berikut yakni tentang cara memeriksa injektor dalam keadaan baik atau tidak. 9. Sensor-sensor Berkaitan dengan komponen sebelumnya, sensor ini berguna sebagai alat penentu periode injektor terbuka dan menutup. Sensor utama yang ada pada sistem EFI seperti sensor suhu udara, massa udara dan sudut pembukaan injektor. Umumnya, kendaraan memiliki 5 macam sensor yakni MAF, MAP, IAT, TPS, dan CKP. Baca juga 7 Sensor pada Common Rail + ECU 10. Fuel Pump Berikutnya, ada pompa bahan bakar yang berguna meningkatkan tekanan bahan bakar khususnya di bagian fuel feed yang disebut fuel pump. Pada mesin EFI terbaru komponen satu ini, prinsip kerjanya berdasarkan sistem kelistrikan, sehingga lebih sempurna dan tidak membebani mesin. Pompa bahan bakar mobil modern ada di dalam tangki. Ini berarti “pelumasan” fuel pump berasal dari bahan bakar itu sendiri. 11. Baterai Terakhir, komponen pada sistem EFI adalah baterai. Komponen ini memegang fungsi utama sebagai pemasok arus listrik di seluruh aksesoris elektronik kendaraan. Selain itu, baterai di EFI ini juga untuk memberi feedback tegangan ke ECU hasil pengolahan sensor dari kisaran 0 sampai 5. Mobil keluaran terbaru saat ini, akan ada sebuah sensor arus dan tegangan pada setiap baterainya. Ini untuk menjaga kestabilan arus dan tegangan sehingga kerja sistem EFI menjadi normal. Cara Kerja EFI Electronic fuel injection EFI adalah sistem bahan bakar injeksi yang bekerja dengan kontrol elektronic dengan prinsip pengamatan keadaan mesin, analisa ECU ,dan penyemprotan bahan bakar dengan massa yang sesuai kebutuhan. Pada sistem EFI ini, komponen ECU yang menjadi otak sistem secara universal, sehingga seluruh kinerja sistem bergantung pada ECU. Prinsip kerja ECU sendiri menampung seluruh informasi dari sensor kemudian memprosesnya untuk menentukan banyak bahan bakar yang harus masuk ke ruang pembakaran. Menurut keefektifitasan kerjanya, ketika ada banyak sensor yang diterima ECU maka kinerja sistem EFI ini juga akan semakin efisien. Selain itu, komponen lain dalam sistem juga bekerja dengan otomatis melalui aliran energi elektronik dari baterai. Kelebihan EFI Bagian terakhir yang perlu sabahat teknisi mobil ketahui seputar electronic fuel injection adalah kelebihan sistemnya. Sistem yang kita kenal secara akrab dengan nama sistem injeksi ini muncul sebagai hasil perkembangan sistem karburator. Hal ini menjadikan mesin injeksi memiliki prinsip kerja lebih efektif dan fleksibel tentunya. Kelebihan EFI dari sistem lama adalah kinerjanya yang lebih cerdas. Para ilmuwan membuat sistem ini bekerja dangan bantuan sistem elektronik. Tentu saja dengan baterai sebagai sumber daya utama sehingga menjadikan mesin bekerja modern. Kita menyebut EFI sebagai sistem cerdas juga karena sistem kerjanya sudah secara elektronik bukan dengan prinsip mekanik lagi. EFI sistem injeksi bahan bakar adalah standar mesin kendaraan saat ini yang memiliki kelebihan engine performance yang sangat comfortable untuk setiap kinerjanya. Selain itu, EFI juga memiliki fuel injeksi yang akurasinya sangat tinggi dalam menunjang emisi lebih resik. Keunggulan lain dari pemanfaatan sistem ini adalah respon mesin menjadi lebih cepat, baik saat ekselerasi maupun deselerasinya. Pada beberapa kemungkinan, sistem EFI ini mendukung mesin hidup dalam kondisi apapun seperti cuaca dingin dan panas sekalipun. Sistem EFI dengan kontrol elektronik ini juga memiliki kinerja fuel cut otomatis yang baik. Hal ini menjadikan mesin bisa otomatis menghentikan semprotan bahan bakar saat deselerasi.
Secara umum, konstruksi sistem EFI dapat dibagi menjadi tiga bagian/sistem utama, yaitu; 1. sistem bahan bakar fuel system, 2. sistem kontrol elektronik electronic control system, dan 3. sistem induksi/pemasukan udara air induction system. Ketiga sistem utama ini akan dibahas satu persatu di bawah ini. Jumlah komponen-komponen yang terdapat pada sistem EFI bisa berbeda pada setiap jenis sepeda mesin. Semakin lengkap komponen sistem EFI yang digunakan, tentu kerja sistem EFI akan lebih baik sehingga bisa menghasilkan unjuk kerja mesin yang lebih optimal pula. Dengan semakin lengkapnya komponen-komponen sistem EFI misalnya sensor-sensor, maka pengaturan koreksi yang diperlukan untuk mengatur perbandingan bahan bakar dan udara yang sesuai dengan kondisi kerja mesin akan semakin sempurna. Gambar di bawah ini memperlihatkan contoh skema rangkaian sistem EFI pada Yamaha GTS1000 dan penempatan komponen sistem EFI pada Honda Supra X 125. Gambar Skema Rangkaian Sistem EFI Pada Yamaha GTS1000 Keterangan gambar 1. Fuel rail/delivery pipe pipa pembagi 3. Injector nozel penyemprot bahan bakar 4. Air box saringan udara 5. Air temperature sensor sensor suhu udara 6. Throttle body butterfly katup throttle 7. Fast idle system 8. Throttle position sensor sensor posisi throttle 9. Engine/coolant temperature sensor sensor suhu air pendingin 10. Crankshaft position sensor sensor posisi poros engkol 11. Camshaft position sensor sensor posisi poros nok 12. Oxygen lambda sensor 13. Catalytic converter 14. Intake air pressure sensor sensor tekanan udara masuk 15. ECU Electronic control unit 16. Ignition coil koil pengapian 17. Atmospheric pressure sensor sensor tekanan udara atmosfir Gambar Penempatan Komponen Sistem EFI Honda Supra X 125.
Sistem Utama Yang Terdapat Pada Sistem EFI Beserta Fungsinya,- EFI merupakan singkatan dari Electronic Fuel Injection yaitu penyemprotan atau penginjeksian bahan bakar sudah dilakukan atau dikontrol secara elektronik. Pengontrolan secara elektronik ini lebih baik dibandingkan dengan penyemprotan bahan bakar yang masih konvensional masih karburator. Kelebihan Sistem EFI Sistem efi jika dibandingkan dengan sistem konvensional atau sistem karburator memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut Nilai campuran bahan bakar dan udara sesuai dengan kebutuhan mesin. Campuran antara bahan bakar dan udara akan lebih homogen. Pembakaran yang dihasilkan lebih baik. Tenaga yang dihasilkan oleh mesin lebih optimal. Emisi gas buang yang dihasilkan lebih rendah. Sistem-Sistem Pada Sistem Efi Perlu kita ketahui bahwasannya Pada sistem EFI terdapat 3 sistem utama yang harus kita ketahui yaitu sistem bahan bakar fuel system, sistem induksi udara air induction system dan sistem kontrol elektronik electronic control system. 1. Sistem Bahan Bakar Sistem bahan bakar pada sistem EFI berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki menuju ke ruang bakar mesin. Sistem bahan bakar EFI terdiri dari beberapa komponen,adapun komponen yang termasuk dalam sistem bahan bakar yaitu Tangki bahan bakar yang berfungsi untuk menyimpan bahan bakar dalam jumlah tertentu di dalam kendaraan Saringan bahan bakar berfungsi untuk menyaring bahan bakar dari kotoran-kotoran. Pompa bahan bakar berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki bahan bakar menuju ke injektor. Selang/ pipa penyalur bahan bakar berfungsi sebagai media penyalur yang dilewati oleh bahan bakar. Pipa pembagi delivery pipe berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar ke masing-masing injektor pada mesin. Pressure regulator berfungsi untuk menjaga tekanan bakan bakar agar tetap stabil pada pipa pembagi. Pultation damper berfungsi untuk mencegah terjadinya getaran atau fluktuasi tekanan dari bahan bakar. Pipa pengembali berfungsi untuk menyalurkan kelebihan tekanan bahan bakar dan nantinya akan dikembalikan ke dalam tangki bahan bakar. Injektor berfungsi untuk menginjeksikan bahan bakar di ruang bakar pada tipe GDI atau pada intake manifold pada tipe MPI. Sistem induksi udara pada sistem EFI berfungsi untuk menyediakan udara yang diperlukan saat proses pembakaran. Adapun Sistem induksi udara pada sistem EFI terdiri dari beberapa komponen, yaitu Throttle body terdiri dari katup throttle yang berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold. Dan pada throttle body ini terdapat saluran ISC yang berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk ketika posisi katup throttle tertutup pada posisi idle. Air flow meter pada tipe L-EFI berfungsi untuk mengukur berapa banyak udara yang masuk ke dalam intake manifold. Manifold absolute pressure sensor pada tipe D-EFI berfungsi untuk mendeteksi seberapa besar kevacuman pada intake manifold. Air intake chamber berfungsi untuk meredam fluktuasi udara yang masuk. Intake manifold berfungsi sebagai saluran masuk udara menuju ke dalam ruang bakar. 3. Sistem kontrol elektronik Pada sistem kontrol elektronik terdiri dari beberapa komponen antara lain sensor-sensor, ecu dan aktuator. A. Sensor Sensor-sensor pada sistem kontrol elektronik EFI berfungsi untuk menyensor atau mendeteksi atau mengukur kinerja dari mesin yang nantinya akan digunakan sebagai data inputan. Sensor-sensor EFI sendiri terdiri dari beberapa macam sensor antara lain sensor WTS, sensor IATS, sensor MAP, Air flow meter, sensor knock, sensor CKP, sensor CMP dan lain-lain. B. Electronik Control Unit ECU Ecu pada sistem EFI berfungsi sebagai otak atau pengontrol dari aktuator-aktuator. ECU akan mengontrol kinerja dari aktuator-aktuator berdasarkan data yang masuk dari sensor-sensor. C. Aktuator Sedangkan aktuator berfungsi sebagai pelaksana atau komponen yang bekerja dan dikontrol oleh ECU. Contoh aktuator pada mesin EFI adalah injektor, ISC, ESA dan lain-lain. Baca juga Cara Memeriksa CKP Sensor Demikian ulasan kami tentang Sistem Utama Yang Terdapat Pada Sistem EFI Beserta Fungsinya, Semoga dapat menambah wawasan kita, jangan lupa kunjungi juga artikel menarik kami berikut ini.
3 sistem dasar efi